Search This Blog

Tuesday, February 23, 2010

persib nu aing

Kilas Balik
Sebelum bernama Persib, di Kota Bandung berdiri Bandoeng Inlandsche Voetball Bond ( BIVB ) pada sekitar tahun 1923. BIVB ini merupakan salah satu organisasi perjuangan kaum nasionalis. Tercatat sebagai Ketua Umum BIVB adalah Mr. Syamsudin yang kemudian diteruskan oleh putra pejuang wanita Dewi Sartika, yakni R. Atot.

Atot ini pulalah yang tercatat sebagai Komisaris daerah Jawa Barat yang pertama. BIVB memanfaatkan lapangan Tegallega didepan tribun pacuan kuda. Tim BIVB ini beberapa kali mengadakan pertandingan diluar kota seperti Yogyakarta dan Jatinegara Jakarta.

BIVB kemudian menghilang dan muncul dua perkumpulan lain yang juga diwarnai nasionalisme Indonesia yakni Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung ( PSIB ) dan National Voetball Bond ( NVB ).

Pada tanggal 14 Maret 1933, kedua perkumpulan itu sepakat melakukan fusi dan lahirlah perkumpulan yang bernama Persib yang kemudian memilih Anwar St. Pamoentjak sebagai Ketua Umum. Klub- klub yang bergabung kedalam Persib adalah SIAP, Soenda, Singgalang, Diana,Matahari, OVU, RAN, HBOM, JOP, MALTA, dan Merapi.

Di Bandung pun saat itu pun sudah berdiri perkumpulan sepak bola yang dimotori oleh orang- orang Belanda yakni Voetbal Bond Bandung & Omstreken ( VBBO). Perkumpulan ini kerap memandang rendah Persib. Seolah- olah Persib merupakan perkumpulan “ kelas dua “. VBBO sering mengejek Persib. Maklumlah pertandingan- pertandingan yang dilangsungkan oleh Persib dilakukan dipinggiran Bandung—ketika itu—seperti Tegallega dan Ciroyom.

Masyarakat pun ketika itu lebih suka menyaksikan pertandingan yang digelar VBBO. Lokasi pertandingan memang didalam Kota Bandung dan tentu dianggap lebih bergengsi, yaitu dua lapangan dipusat kota, UNI dan SIDOLIG.

Persib memenangkan “ perang dingin “ dan menjadi perkumpulan sepakbola satu- satunya bagi masyarakat Bandung dan sekitarnya.Klub- klub yang tadinya bernaung dibawah VBBO seperti UNU dan SIDOLIG pun bergabung dengan Persib. Bahkan VBBO kemudian menyerahkan pula lapangan yang biasa mereka pergunakan untuk bertanding yakni Lapangan UNI, Lapangan SIDOLIG ( kini Stadion Persib ), dan Lapangan SPARTA ( kini Stadion Siliwangi ). Situasi ini tentu saja mengukuhkan eksistensi Persib di Bandung.

Ketika Indonesia jatuh ke tangan Jepang. Kegiatan persepakbolaan yang dinaungi organisasi lam dihentikan dan organisasinya dibredel. Hal ini tidak hanya terjadi di Bandung melainkan juga diseluruh tanah air. Dengan sendirinya Persib mengalami masa vakum. Apalagi Pemerintah Kolonial Jepang pun mendirikan perkumpulan baru yang menaungi kegiatan olahraga ketika itu yakni Rengo Tai Iku Kai.

Tapi sebagai organisasi bernapaskan perjuangan, Persib tidak takluk begitu saja pada keinginan Jepang. Memang nama Persib secara resmi berganti dengan nama yang berbahasa Jepang tadi. Tapi semangat juang, tujuan dan misi Persib sebagai sarana perjuangan tidak berubah sedikitpun.

Pada masa Revolusi Fisik, setelah Indonesia merdeka, Persib kembali menunjukkan eksistensinya. Situasi dan kondisi saat itu memaksa Persib untuk tidak hanya eksis di Bandung. Melainkan tersebar diberbagai kota, sehingga ada Persib di Tasikmalaya, Persib di Sumedang, dan Persib di Yogyakarta.

Pada masa itu prajurit- prajurit Siliwangi hijrah ke ibukota perjuangan Yogyakarta. Baru tahun 1948 Persib kembali berdiri di Bandung, kota kelahiran yang kemudian membesarkannya.
Rongrongan Belanda kembali datang, VBBO diupayakan hidup lagi oleh Belanda ( NICA ) meski dengan nama yang berbahasa Indonesia Persib sebagai bagian dari kekuatan perjuangan nasional tentu saja dengan sekuat tenaga berusaha menggagalkan upaya tersebut. Pada masa pendudukan NICA tersebut, Persib didirikan kembali atas usaha antara lain, dokter Musa, Munadi, H. Alexa, Rd. Sugeng dengan Ketua Munadi.

Perjuangan Persib rupanya berhasil, sehingga di Bandung hanya ada satu perkumpulan sepak bola yakni Persib yang dilandasi semangat nasionalisme. Untuk kepentingan pengelolaan organisasi, decade 1950- an ini pun mencatat kejadian penting. Pada periode 1953- 1957 itulah Persib mengakhiri masa pindah- pindah secretariat. Walikota Bandung saat itu R. Enoch, membangunkan Sekretariat Persib di Cilentah.

Awal Persib memiliki gedung yang kini berada di Jalan Gurame, adalah upaya R. Soendoro, seorang overste replubiken yang baru keluar dari LP Kebonwaru pada tahun 1949. Pada waktu itu, melalui kepengurusan yang dipimpinnya, Soendoro menghadap kepada R. Enoch yang kebetulan kawan baiknya. Dari hasil pembicaraan, Walikota mendukung dan memberikan sebidang tanah di Jalan Gurame sekarang ini.

Pada saat itu, karena kondisi keuangan yang memprihatinkan, Persib tidak memiliki dana untuk membangun gedung, Soendoro kembali menemui Walikota dan menyatakan, “ Taneuh puguh deui, tapi rapat ditiungan ku langit biru,” kata Soendoro.
Akhirnya Enoch juga membantu membangun gedung yang kemudian mengalami dua kali renovasi. Kiprah Soendoro sendiri didunia sepak bola diteruskan putranya, antara lain, Soenarto, Soenaryono, Soenarhadi, Risnandar, dan Giantoro serta cucunya Hari Susanto.

Dalam menjalankan roda organisasi beberapa nama yang juga berperan dalam berputarnya roda organisasi Persib adalah Mang Andun dan Mang Andi. Kedua kakak beradik ini adalah orang lapangan Persib. Tugas keduanya, sekarang ini dilanjutkan oleh putra dan menantunya, Endang dan Ayi sejak 90-an. Selain juga staf administrasi Turahman.

Renovasi pertama dilakukan pada kepemimpinan Kol. CPM Adella ( 1953- 1963 ). Kini sekretariat Persib di Jalan Gurame itu sudah cukup representatif, apalagi setelah Ketua Umum H. Wahyu Hamijaya ( 1994- 1998 ) merenovasi gedung tersebut sehingga menjadi kantor yang memadai untuk mewadahi berbagai kegiatan kesekretariatan Persib.

Kemampuan Persib menjaga nilai- nilai dan tradisinya serta menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tentu tidak lepas dari figur Ketua Umum bukan hanya figur yang berkemampuan mengelola organisasi dalam artian agar organisasi itu terus hidup, melainkan juga figur yang mampu menggali potensi dan mengakomodasikan kekuatan yang ada, sehingga kiprah Persib dalam kancah sepakbola nasional terus berlangsung lewat berbagai karya Persib. 

wisata

Wisata 
TAMAN REKREASI
  • Hutan Djuanda, Jl. Dago Pakar
  • Taman Lalu Lintas Ade Irma S, Jl. Sumatra
  • Kebun Binatang, Jl. Taman Sari
  • Taman Cibeunying, Jl. Cisangkuy
  • Taman Maluku, Jl. Maluku
  • Taman Dewi Sartika, Jl. Merdeka
  • Taman Gedung Sate, Jl. Cimandiri
  • Taman Ganesa, Jl. Ganesa
  • Taman Cilaki, Jl. Cilaki
  • Taman Alun-alun, jl. Alun-alun

MUSEUM, MONUMEN DAN PATUNG
  • Sri Baduga, Jl. BKR No. 185
  • Asia Afrika, Jl. Merdeka No. 65
  • Geologi, Jl. Dipenogoro No. 57
  • Mandala Wangsit Siliwangi, Jl. Lembong 38
  • Pos, Jl. Cilaki No. 3
  • Monumen Perjuangan Jaa Barat Jl. Dipati Ukur
  • Monumen Bandung Lautan Api, Jl. Tegalega
  • Monumen Penjara Banceuy, Jl. Cikapundung
  • Monumen Kereta Api, Jl. Stasiun Timur
  • Patung Persib, Jl. Lembong
  • Patung Laswi, Jl. Viaduct
  • Patung Pastor, Jl. Seram
  • Patung Tentara Pelajar, Jl. Viaduct
  • Patung Badak, Jl. Balaikota
  • Patung Ikan Mas, Jl. Moch. Ramdan
  • Patung Maung, Jl. Wastukencana
  • Patung Husein, Jl. Abdurrahman Saleh
  • Patung Dewi Sartika, Balai Kota
  • Patung Juanda, Taman Hutan Raya Juanda
  • Patung Sepatu Cibaduyut, Jl. Cibaduyut
WISATA ALAM
  • Curug Dago, Jl. Dago Pakar
  • Punclut, Jl. Bukit Raya
GEDUNG ANTIK
  • Gedung Sate, Jl. Diponegoro
  • Gedung Bank Indonesia, Jl. Braga
  • Bumi Siliwangi (isola), Jl. Setiabudi
  • Balai Kota, Jl. Merdeka
  • Balai Pakuan, Jl. Kb. Kawung
  • Pendopo, Jl. Dewi Sartika
  • JALAN-JALAN KOTA
  • Jalan Cihampelas
  • Jalan Dago
  • Jalan Cibaduyut
  • Jalan Braga
  • Simpang 5

WISATA ROHANI
  • DT (Da’rut Tauhid), Jl. Geger kalong Hilir

FACTORY OUTLET, FASHION SHOP, SHOES & ACCESSORIES
  • M & M, Jl. Ir. H. Djuanda 81
  • The Big Price Cut, Jl. Aceh 66
  • Misyelle, Jl. Sukajadi 158
  • Elizabeth, Jl. Cihampelas

PROFIL WISATA SEKITAR BANDUNG
  • CIATER
    Wisata pemandian air panas yang bersebelahan dengan Gunung Tangkuban Perahu dan dikelilingi oleh perkebunan teh
  • WADUK SAGULING
    Waduk yang memanfaatkan salah satu sungai terbesar di Jawa Barat yaitu sungai Citarum merupakan juga tempat wisata. Ditempat ini terdapat pemandiam air panas Cimaseng Curug Jawa Sanghiang Tikoro
  • SITU CIMANGGU
    Kolam pemandian didaerah perkebunan teh Ciwidey, dan merupakan kolam air panas.
  • SITU CIBURUY
    Terletak 22Km dari arah Kota Bandung terkenal dengan alamnya yang khas yaitu bukit-bukit kapur yang menjulang tinggi, dilengkapi dengan kedai minum, cinderamata, pentas kesenian dan fasilitas kesenian.
  • SITU PATENGGANG
    Berada di Ranca-Bali 47Km dari Kota Bandung, Kawasan ini meruakan tempat wisata yang sejuk dan dikelilingi perkebunan teh
  • SITU CILEUNCA
    Situ yang luasnya sekitar 1400 hektar ini dikelilingi oleh bukit-bukit yang berpanorama menarik. Terltak 40Km arah selatan Kota Bandung. Temperatur daerah ini berkisar 16 – 23 derajat Celsius.
  • BUMI PERKEMAHAN RANCA UPAS
    Komplek Bumi Perkemahan yang berada disekitar tanaman Ecaliptus. Berjarak 42Km dari Kota Bandung kea rah selatan dengan suhu berkisar antara 18 – 23 derajat Celsius. Yang menarik diri objek wisata ini terdapat tempat penangkaran rusa.BUMI PERKEMAHAN CIKOLE
    Bumi perkemahan seluas 4,88 hektar ini terletak pada ketinggian 1300m diatas permukaan laut. Memiliki fasilitas taman bunga, lapangan, taman area parker dll.n

TEMPAT ANDA MENGINAP

BINTANG 5

  • Gand Aquila, Jl. Dr. Junjunan No. 116 P. 203 9280
  • Hyatt Regency, Jl. Sumatra 51 P. 421 1234
  • Grand Preanger Jl. Asia Afrika 81 P. 4231 631
  • Sheraton & Towers, Jl. Ir. H. Juanda No 390 P. 2500 303

BINTANG 4
  • Holiday Inn, Jl. Ir. H. Juanda No. 31-32 P. 421 1333
  • Jayakarta, Jl. Ir. H. Juanda No. 381 P. 381 P. 250 5888
  • Panghegar, Jl. Merdeka No. 2 P. 43 2286
  • Horison, Jl. Pel. Pejuang 45 No. 121 P. 730 5000
  • Papandayan, Jl. Jnd. Gatot Subroto 83 P. 7310 799
  • Savoy Homan, Jl. Asia Afrika No. 112 P. 4232244
BINTANG 3
  • Sahid Topas Galeria, Jl. Junjunan 143 P. 6042 631
  • Sukajadi, Jl. Sukajadi 74 P. 20 33 888
  • Internasional Imperium, Jl. Dr. Cipto 30-32 P. 420 2244
  • Perdana Wisata, Jl. Jend. Sudirman No. 66 P. 423 8283
  • Karang Setra Hotel, Spa & Cottage, Jl. Sindang Sirna 66 P. 203 1900
  • Malya, Jl. Ranca Bentang 56 P. 20 30 333
  • Santika, Jl. Sumatra 52-54 P. 420 3009